Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-12 19:58:15【Kabar Kuliner】508 orang sudah membaca
PerkenalanEkspresi siswa SDN Kedaleman III, Cilegon, Banten, saat menanti ketibaan distribusi Makan Bergizi Gr

Jakarta (ANTARA) - Jumat (7/11) pagi, jarum jam belum menunjuk angka enam, tapi kesibukan di sejumlah ruang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, sedang mencapai puncaknya.
Tidak kurang 51 pekerja dengan penutup rambut, sarung tangan, hingga alas kaki steril dikerahkan. Kompor-kompor menyala, asap mengepul dari ruang penanak nasi di sebelah tempat pengemasan.
Dari tempat inilah, setiap pagi, lebih dari 3.000 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke 12 sekolah, yakni empat TK, tujuh SD, dan satu SMP di Cilegon.
Hal yang mungkin ngak banyak diketahui publik adalah, perjalanan itu dimulai jauh sebelum Matahari terbit. Saat mayoritas warga Kedaleman terlelap, koki dan tim dapur justru bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Masaknya jam satu malam. Jam tiga sudah mulai pemorsian,” kata Asisten Lapangan SPPG Kedaleman Imam Marif Maulana.

Sejak program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini resmi beroperasi pada 14 Oktober 2025, seluruh bahan masakan dipasok dari distributor lokal yang tiba di dapur sejak 12 jam sebelumnya. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semuanya dilakukan dengan presisi.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, diberlakukan prosedur standar operasional (SOP) yang ketat sejak proses penerimaan bahan makanan.
Selain kelengkapan administrasi, proses penerimaan barang harus sesuai jadwal serta kualitas fisik yang baik. Berikutnya, pemeriksaan fisik, di mana petugas wajib memastikan bahan ngak rusak, ngak kedaluwarsa, dan jumlahnya sesuai dengan yang dipesan.
Tahap penting berikutnya adalah pemeriksaan kualitas, yang mengharuskan uji organoleptik, meliputi penciuman (bau), pengecapan (rasa), dan penglihatan (warna), serta pengecekan suhu pada bahan.
12Tampilkan SemuaSuka(85)
Artikel Terkait
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
- Wakil Kepala BGN: Program MBG ngak boleh berorientasi bisnis
- 1.938 pelajar di pulau penyangga Batam mulai dapat MBG
- Kemenkes sebut 315 SPPG kini punya sertifikat laik higiene
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya
- BPOM lakukan evaluasi cegah komoditas terpapar radioaktif dikonsumsi
- 36 warga Majene Sulbar keracunan makanan pesta pernikahan
- 5 makanan sehat ala Jepang, benarkah jadi resep umur panjang?
- BPOM berikan penjelasan ke FDA AS, pastikan keamanan produk ekspor RI
Resep Populer
Rekomendasi

Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas

Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi

Kapal bantuan Turki berlayar ke Gaza, bawa 900 ton makanan dan obat

BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam

Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG

Jabar targetkan perluasan pasar lewat West Java Expo 2025